Tips
Etika Menyebar Undangan Lewat WhatsApp (Biar Tetap Sopan)
15 Oktober 2026 · 4 menit baca
Menyebar undangan lewat WhatsApp itu praktis, tapi tetap ada etikanya agar tidak terkesan asal broadcast.
1. Kirim secara personal, bukan di grup
Undangan yang dikirim pribadi dengan menyebut nama terasa lebih menghargai. Kirim di grup hanya sebagai pengingat tambahan.
2. Sapa dulu sebelum mengirim link
Awali dengan salam dan nama. Hindari mengirim link saja tanpa kalimat pengantar.
Contoh pesan
“Assalamu'alaikum, Pak Budi. Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengundang Bapak sekeluarga untuk hadir di acara pernikahan kami. Detail acara dapat dilihat di undangan berikut: [link]. Merupakan kebahagiaan bagi kami bila Bapak berkenan hadir. Terima kasih.”
3. Pilih waktu yang tepat
Kirim di jam santai, misalnya setelah jam kerja, dan hindari larut malam. Sebar 3-4 minggu sebelum acara, lalu kirim pengingat H-3.
4. Undang langsung untuk orang yang dihormati
Untuk orang tua, guru, atau atasan, sebaiknya tetap datang langsung atau menelepon, lalu kirim undangan digital sebagai pelengkap informasi.
5. Jangan kirim berulang-ulang
Cukup satu kali undangan dan satu kali pengingat. Pantau siapa yang sudah membuka, sehingga pengingat hanya dikirim ke yang belum.
💡 dkatha menyiapkan pesan WhatsApp yang sudah berisi nama tamu dan link pribadinya, dan menandai tamu yang belum membuka undangan supaya pengingat lebih tepat sasaran.
Buat undanganmu sekarang
Gratis dicoba. Link pribadi per tamu, RSVP, dan ucapan dalam satu undangan.
